Gila Kerja vs Kerja Keras

Tekanan di lingkungan kerja, deadline yang kian menumpuk, dan dunia kerja yang bergerak cepat menyebabkan jam kerja yang lebih panjang bagi kebanyakan karyawan. Ditambah lagi dengan motto hidup time is money atau waktu adalah uang membuat kebanyakan orang rela kehilangan waktu bersantai bersama keluarga atau sekedar berkumpul dengan teman. 

Orang-orang gila kerja hingga mengesampingkan waktu untuk dirinya sendiri ini sering disebut sebagai workaholic. Lebih parahnya, julukan workaholic sampai disebut sebagai “The addiction of this century”. 

Jadi, sampai di titik mana seseorang rela siap sedia selalu bekerja hingga bisa disebut sebagai workaholic? 

Pengertian Workaholic

Baca juga: Cara Jitu Menghilangkan Rasa Jenuh Dalam Bekerja

Peneliti mengartikan workaholic sebagai seseorang yang bekerja berlebihan hingga tidak bisa melepaskan dirinya dari pekerjaan. Akan tetapi, sampai sekarang belum ada batas pasti yang bisa membedakan pekerja keras dari workaholic.  

Departemen Ilmu Psikologi dari Universitas Bergen mengidentifikasi tanda-tanda spesifik yang menjadi karakteristik seorang workaholic. 

Perhatikan 7 kriteria di bawah ini untuk menilai apakah Anda seseorang yang ketagihan bekerja!

  1. Anda berpikir untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk bekerja
  2. Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja dibandingkan dengan yang direncanakan
  3. Anda bekerja untuk mengurangi perasaan bersalah, kegelisahan, dan/atau depresi
  4. Orang-orang terdekat meminta Anda untuk mengurangi jam kerja, tetapi tidak Anda hiraukan
  5. Anda stress jika dilarang untuk bekerja
  6. Anda tidak memprioritaskan hobi, olahraga, kegiatan bersantai lain untuk bekerja
  7. Anda bekerja sangat keras hingga mempengaruhi kesehatan Anda.

Jika kriteria di atas mendeskripsikan Anda, mungkin Anda adalah seorang workaholic. Namun, jangan khawatir dulu jika beberapa kriteria di atas ada dalam diri Anda, mungkin Anda bukan seorang workaholic melainkan seorang pekerja keras. Mari kita bahas perbedaan workaholic dan pekerja keras.

Perbedaan Workaholic dan Pekerja Keras

Alasan Bekerja

Alasan bekerja adalah perbedaan paling mendasar antara workaholic dan pekerja keras.  Seorang pekerja keras memang menyukai apa yang mereka kerjakan, sedangkan workaholic merasa mereka terpaksa untuk bekerja. Ada tekanan dalam diri seorang workaholic untuk terus bekerja, meskipun tidak ada yang harus dikerjakan. Maka dari itu, mereka jarang merasa puas setelah menyelesaikan pekerjaannya. 

Waktu Bekerja

Lama seseorang bekerja dalam satu hari bukan merupakan tolak ukur untuk menilai apakah orang tersebut workaholic atau pekerja keras. Meskipun sama-sama menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, bagaimana pekerja keras dan workaholic memanfaatkan waktu bekerja berbeda. 

Mari kita contohkan X dan Y. 

X bekerja dari jam 8 pagi hingga 5 sore, sesudahnya x pulang ke rumah, mandi, makan, bersantai, dan kemudian mengambil 1-2 jam sebelum tidur untuk menyelesaikan pekerjaannya. X kemudian tidur dengan perasaan puas.

Y bekerja dengan durasi yang sama, tetapi X merasa tidak puas dengan pekerjaannya, kesulitan tidur dan terus bekerja hingga tengah malam. Bisa disimpulkan bahwa lama waktu bekerja tidak menentukan seseorang workaholic.

Baca juga: Tips & Trik Menciptakan Lingkungan Kerja yang Menyenangkan

Bekerja dan Kehidupan Pribadi

Perbedaannya terletak pada batasan ketika bekerja. Workaholic akan ketagihan bekerja hingga tidak memiliki kehidupan pribadi di luar pekerjaan. Mereka “gila kerja” hingga merasa tertekan untuk terus bekerja dan tidak meluangkan waktu untuk kehidupan sosial, bahkan tidak meluangkan waktu untuk diri sendiri. 

Berbeda dengan pekerja keras, pekerja keras hanya menggunakan waktu ekstra untuk menyelesaikan pekerjaan jika diperlukan. Selain itu, mereka akan menghabiskan waktu luang untuk bersosialisasi. 

Mengetahui Kemampuan Diri

Apakah Anda sering menerima dan mengerjakan pekerjaan tambahan di luar kewajiban Anda? Hal ini merupakan salah satu tanda bahwa Anda adalah seorang workaholic. Pekerja keras akan menerima tugas tambahan, tetapi jika tugas tersebut berkaitan dengan posisinya di perusahaan atau tugas tersebut dapat meningkatkan kemampuan yang berhubungan dengan karirnya. Selain itu, mereka akan menolak tugas tersebut dengan sopan.

Jadi, apakah Great People adalah seorang workaholic atau pekerja keras? Bekerja itu penting, tapi kesehatan dan kehidupan pribadi termasuk bersosialisasi juga tidak kalah penting! Cobalah untuk mengatur waktu dan tingkatan prioritas Anda. 

Scroll to Top