Jadwalkan Demo

Hati-hati! Terlalu Mengedepankan Hasil Tes Kepribadian dalam Rekrutmen Bisa Kehilangan Kandidat Potensial

Rizka Maria Merdeka | November 27, 2023 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Dalam proses rekrutmen, tes kepribadian telah menjadi bagian integral dari proses seleksi karyawan di perusahaan. Meskipun memberikan wawasan berharga tentang karakteristik individu, terlalu mengandalkan hasil dari tes kepribadian sebagai penentu penilaian terhadap kandidat dapat menimbulkan dampak merugikan. Salah satunya, perusahaan mungkin akan kehilangan kandidat yang potensial.

Dalam artikel kali ini, GreatDay HR akan membahas mengenai alasan mengapa terlalu mengedepankan hasil tes kepribadian dalam proses seleksi karyawan itu berbahaya dan berisiko. Simak selengkapnya!

Baca juga: Jenis-Jenis Tes Psikologi yang Digunakan HR untuk Seleksi Calon Karyawan

Tes kepribadian itu penting, tapi …

Memang, tes kepribadian dalam proses rekrutmen memainkan peran penting untuk memahami karakteristik dan potensi kandidat. Tes ini dapat memberikan informasi tambahan tentang bagaimana seorang individu mungkin berinteraksi dengan orang lain, menanggapi tekanan, atau beradaptasi dengan lingkungan kerja. Namun, bukan berarti perekrut harus mengedepankan hasil tes kepribadian dan menentukan lolos atau tidaknya kandidat berdasarkan tes ini saja.

Ada beberapa pertimbangan yang perlu diingat mengenai tes kepribadian dalam rekrutmen:

1. Tidak Menjamin Kesuksesan

Meskipun tes kepribadian dapat memberikan wawasan tambahan, hasilnya tidak selalu memprediksi kinerja kerja dengan akurat. Kepribadian kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Hasil tes harus diinterpretasikan dengan hati-hati dan tidak boleh menjadi satu-satunya dasar keputusan rekrutmen.

2. Pelengkap dengan Metode Lain

Tes kepribadian sebaiknya diintegrasikan dengan metode evaluasi lain, seperti wawancara, penilaian keterampilan teknis, dan referensi kerja. Kombinasi berbagai metode dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kandidat.

3. Konteks dan Kultur Perusahaan

Kepribadian yang cocok untuk satu perusahaan mungkin tidak cocok untuk yang lain. Penting untuk mempertimbangkan konteks dan budaya perusahaan dalam mengevaluasi hasil tes kepribadian.

4. Evaluasi dengan Etika

Perusahaan harus memastikan bahwa tes kepribadian yang digunakan etis dan tidak diskriminatif. Penting untuk menghindari pertanyaan atau metode yang dapat menyebabkan bias terhadap kelompok tertentu.

5. Komunikasi dengan Kandidat

Menyampaikan hasil tes kepribadian kepada kandidat dengan jelas dan transparan dapat membantu mendorong pemahaman mereka tentang bagaimana hasil tersebut akan digunakan dalam proses rekrutmen.

6. Fleksibilitas dan Pengembangan

Kepribadian dapat berkembang seiring waktu. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki kebijakan yang memungkinkan perkembangan karyawan dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk tumbuh.

Penting untuk menggabungkan tes kepribadian dalam konteks yang lebih luas dari proses rekrutmen dan memastikan bahwa penggunaannya sesuai dengan tujuan perusahaan serta mendukung pencapaian tujuan jangka panjang.

Baca juga: Kenali DiSC Personality Test: Tes Kepribadian yang Sering Digunakan Dalam Proses Rekrutmen Karyawan

Bahaya terlalu mengandalkan tes kepribadian

Tergantung terlalu banyak pada tes kepribadian dalam proses rekrutmen dapat mengakibatkan sejumlah risiko dan bahaya yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Berikut adalah penjelasannya:

1. Kurang Akurat

Tes kepribadian tidak selalu memberikan gambaran yang akurat tentang perilaku atau kinerja di lingkungan kerja. Seseorang mungkin menunjukkan karakteristik tertentu dalam situasi tes, tetapi perilaku sehari-hari mereka di tempat kerja mungkin berbeda. Kondisi stres tes atau pengaturan yang bukan lingkungan kerja sehari-hari dapat memengaruhi hasil.

2. Bias Potensial

Beberapa tes kepribadian dapat memiliki bias tersembunyi yang dapat memengaruhi hasil secara tidak adil. Misalnya, tes mungkin tidak sepenuhnya netral dari segi budaya atau bahasa, yang dapat memengaruhi hasil untuk kelompok tertentu. Ini dapat menyebabkan diskriminasi dan ketidaksetaraan dalam proses rekrutmen.

3. Keterbatasan Dalam Mengukur Keterampilan dan Pengetahuan

Tes kepribadian terutama dirancang untuk mengevaluasi aspek kepribadian dan perilaku. Sementara itu penting, terlalu mengandalkan tes tersebut dapat mengabaikan evaluasi keterampilan teknis dan pengetahuan yang mungkin kritis untuk sukses dalam pekerjaan tertentu.

4. Kurangnya Fleksibilitas

Kepribadian adalah sesuatu yang dapat berkembang dan berubah seiring waktu. Tes kepribadian mungkin memberikan gambaran yang tetap pada satu titik waktu tertentu, tetapi kandidat dapat mengalami perkembangan atau perubahan kepribadian yang positif. Mengecualikan kandidat yang memiliki potensi besar untuk pertumbuhan ini dapat merugikan perusahaan.

5. Ketidaksesuaian dengan Kultur Perusahaan

Meskipun tes kepribadian dapat memberikan wawasan tentang karakteristik individu, mereka mungkin tidak selalu mencerminkan sejauh mana seseorang sesuai dengan budaya perusahaan. Kandidat yang mungkin tidak memiliki kepribadian yang “ideal” sesuai tes dapat tetap beradaptasi dengan baik dengan nilai-nilai dan norma-norma perusahaan.

6. Ketidaknyamanan bagi Kandidat

Tes kepribadian tertentu atau pendekatan tertentu dapat membuat kandidat merasa tidak nyaman. Hal ini dapat memengaruhi pengalaman rekrutmen secara keseluruhan dan bahkan dapat menyebabkan kandidat yang berpotensi bagus untuk menghindari melanjutkan proses.

7. Pentingnya Aspek Lain

Sukses dalam pekerjaan tidak hanya tergantung pada kepribadian. Faktor-faktor seperti motivasi, keterampilan teknis, dan pengalaman juga memainkan peran kunci. Menitikberatkan terlalu banyak pada kepribadian dapat mengaburkan penilaian terhadap aspek-aspek ini yang juga penting untuk kesuksesan di tempat kerja.

Untuk menghindari risiko ini, disarankan untuk menggunakan tes kepribadian sebagai satu komponen dalam konteks yang lebih luas dari proses rekrutmen. Menggabungkan tes kepribadian dengan wawancara, penilaian keterampilan, dan referensi dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap dan akurat tentang kesesuaian kandidat dengan posisi yang sedang diisi.

Penting juga untuk memastikan bahwa tes kepribadian yang digunakan bebas dari bias dan sesuai dengan etika rekrutmen.

Baca juga: Ini Dia Mitos Tentang Tes Psikologi dalam Proses Rekrutmen

Proses rekrutmen lebih efektif dengan GreatDay HR

bahaya tes kepribadian gdhr

Rekrutmen merupakan tahap awal yang perlu dilalui dalam memasuki dunia kerja. Kebanyakan, proses rekrutmen memakan waktu yang cukup lama dengan berbagai tes dan tahapan yang harus dijalani.

Untuk menyederhanakan dan membuat proses rekrutmen, GreatDay HR hadir dengan fitur Recruitment sebagai solusi kendala HR. Tidak ada lagi tumpukan CV dan surel yang membludak. Penyortiran data kandidat, pertanyaan pre-interview, pengaturan jadwal interview, hingga update status kandidat semuanya otomatis di satu aplikasi saja!

Tunggu apa lagi? Segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR! Dapatkan info selengkapnya di sini.

Baca juga: Kenali Pengertian, Tujuan, dan 8 Jenis Aptitude Test Dalam Proses Rekrutmen

Trending Article
Subscribe News Letter
Get notification on your email