Mengenal CTO: Pengertian, Tugas, dan Skill yang Wajib Dimiliki Seorang  CTO

By Rizka Maria Merdeka   |  

CTO adalah salah satu jabatan yang tergolong sangat penting di perusahaan. Lain halnya dengan COO yang mengurusi segala hal tentang operasional perusahaan, CTO adalah seseorang yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan teknologi. Misalnya mengawasi pengembangan produk dan transisi teknologi.

Sederhananya, CTO merupakan Direktur IT di perusahaan yang tentunya mengawasi dan menaungi divisi-divisi yang berkaitan dengan teknologi dan komputerisasi. Peran seorang CTO di perusahaan sangat krusial karena CTO lah yang bertanggung jawab memastikan perusahaan tidak tertinggal secara penggunaan teknologi.

Seorang CTO juga harus memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan teknologi di perusahaan. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait CTO, simak ulasan dalam artikel berikut ini!

Baca juga: Mengenal Apa Itu The Golden Circle dalam Perusahaan dan Manfaatnya

Definisi CTO

Chief Technology Officer atau CTO adalah eksekutif yang bertanggung jawab atas kebutuhan, penelitian, dan pengembangan teknologi di dalam suatu perusahaan. Dalam pekerjaannya, CTO akan langsung memberikan laporan pada Chief Executive Officer (CEO) perusahaan. 

Selain CTO, suatu perusahaan umumnya juga memiliki jabatan eksekutif Chief Information Officer (CIO) dan mungkin kerap bingung dalam membedakan CTO dengan CIO. Sebabnya, kedua jabatan ini berkaitan erat dengan pengelolaan teknologi dalam suatu perusahaan. Namun, sesungguhnya kedua jabatan eksekutif ini amat berbeda.

Chief Information Officer umumnya bertugas mengelola infrastruktur dan operasional dari teknologi informasi (TI) perusahaan. Merekalah yang menerapkan sistem dan produk teknologi untuk menyederhanakan proses bisnis internal. Sementara itu, peran CTO lebih kepada membangun produk/layanan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan perusahaan. 

Sebelumnya, seorang CIO bisa memerankan dua peranan dalam perusahaan yaitu sebagai CIO itu sendiri sekaligus sebagai CTO. Namun, lambat laun perkembangan teknologi membuat kebutuhan untuk pemisahan kedua peran tersebut menjadi penting. Kedua jabatan ini kemudian dipisah supaya dapat berkontribusi maksimal dan efisien terhadap produktivitas perusahaan.

Meski begitu, sebuah perusahaan kini bisa sata hanya memiliki seorang CTO, CIO, atau memiliki keduanya. Secara umum, perusahaan-perusahaan besar memiliki kedua peran tersebut sementara perusahaan yang lebih kecil hanya memiliki salah satunya.

Baca juga: Mengenal Profesi Content Writer: Jenis, Tanggung Jawab, dan Skill Seorang Content Writer

Tugas-tugas seorang CTO

Sebagai eksekutif teknologi tertinggi, Chief Technology Officer harus bisa mengembangkan kebijakan dan prosedur serta memanfaatkan ekologi. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan produk maupun layanan yang terfokus kepada customer eksternal.

Selain itu, CTO juga bertugas mengembangkan strategi dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan serta mengadakan analisis cost benefit serta analisis terhadap ROI. Ukuran perusahaan, model bisnis, industry sampai jumlah karyawan merupakan beberapa faktor yang berpengaruh dalam tanggung jawab CTO.

Secara garis besar, seorang CTO (Chief Technology Officer) memiliki beberapa peran dan tanggung jawab di perusahaan, antara lain sebagai berikut.

  1. Melakukan pengembangan aspek teknis dari strategi sebuah perusahaan untuk memastikan kesesuaian terhadap tujuan bisnis.
  2. Membuat serta menerapkan teknologi yang baru yang dapat menghasilkan keunggulan kompetitif.
  3. Memberikan bantuan terhadap departemen dengan menggunakan teknologi supaya menguntungkan.
  4. Memberikan pengawasan terhadap sistem infrastruktur untuk dapat memastikan fungsionalitas serta efisiensi.
  5. Melakukan pembangunan terhadap proses quality assurance serta perlindungan data.
  6. Memanfaatkan umpan balik atau feedback dari pemangku kepentingan guna memberikan informasi perbaikan serta penyesuaian yang dibutuhkan dalam kaitan teknologi.
  7. Memberi tahu strategi teknologinya seperti apa terhadap para investor dan mitra perusahaan.

Baca juga: Account Executive (AE): Definisi, Tugas, dan Skill yang Harus Dimiliki

Skill yang wajib dimiliki CTO

Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik, seorang CTO dituntut untuk menguasai kemampuan yang dapat menunjang kinerjanya. Beberapa skill yang harus dimiliki oleh CTO itu antara lain sebagai berikut.

1. Leadership

Seorang CTO bekerja di tingkat eksekutif perusahaan. Hal ini berarti seorang CTO akan mengawasi manajer dan tim untuk memastikan semua hal teknis di perusahaan berjalan dengan baik.Hal ini membutuhkan kemampuan leadership supaya seorang CTO mampu mendelegasikan tugas dan memberikan bimbingan pada seluruh jajarannya.

2. Komunikasi

Seorang CTO yang baik harus memiliki kemampuan komunikasi lisan dan tulisan dengan mumpuni. Hal ini dilakukan agar seorang CTO dapat unggul dalam pekerjaan dan dapat membangun kerja sama dengan baik.

Seorang CTO juga dituntut untuk dapat mengkomunikasikan kebutuhan teknologi perusahaan serta mengimplementasikan sistem baru atau modifikasi/pengembangan dari sistem teknis yang sudah ada. Seorang CTO juga harus dapat menyusun laporan tentang kinerja teknologi perusahaan dan memberikan umpan balik ketika dibutuhkan.

3. Pengambilan keputusan

Menduduki posisi sebagai seorang CTO berarti seseorang harus bertanggung jawab dalam membuat keputusan penting terutama yang berkaitan dengan teknologi. Hal ini mencakup teknologi internal dan urusan produksi hingga pemasaran. Oleh sebab itu, seorang CTO yang baik harus dapat mengambil keputusan tepat agar mampu mempengaruhi progresivitas perusahaan.

4. Pemahaman bisnis

Seorang CTO juga harus memiliki pemahaman akan bisnis. Ia harus memahami kebutuhan perusahaan dan menggunakan keterampilan bisnis tersebut demi mengembangkan dan mengawasi strategi yang tepat dalam peningkatan kesuksesan perusahaan.

5. Organisasi

Bergantung pada ukuran perusahaan, seorang CTO dimungkinkan untuk mengelola beberapa departemen seperti infrastruktur, keamanan data, dan helpdesk support. Hal ini menyebabkan kemampuan organisasi seorang CTO amat dibutuhkan untuk memastikan setiap departemen dapat bekerja satu sama lain.

6. Kemampuan teknologi

Kemampuan ini diharpkan mutlak dikuasai oleh seorang CTO. Pasalnya, seorang CTO diharapkan dapat memiliki latar belakang teknis yang kuat. Beberapa keahlian teknis yang kerap dicari dari seorang CTO antara lain adalah mampu mengoperasikan Agile, JavaScript, dan machine learning.

Selain itu, ada pula persyaratan kemampuan seperti Java, Net., big data, manajemen proyek, dan kecerdasan buatan. Pemahaman yang kuat tentang teknologi akan membantu CTO dalam merancang strategi dan membuat keputusan terkait teknologi dalam perusahaan.

7. Mengikuti tren teknologi terkini

Seperti halnya pengetahuan dalam suatu profesi yang terus berkembang, teknologi pun terus mengalami perkembangan seiring zaman. Oleh karena itu seorang CTO diharapkan mampu mengikuti tren atau tetap up to date terhadap tren teknologi ini.

Hal ini nantinya akan berkorelasi dengan penawaran-penawaran inovasi teknologi dari perusahaan untuk kepentingan klien maupun operasional perusahaan. Tidak hanya itu, kemampuan seorang CTO dalam mengikuti tren teknologi juga akan mempengaruhi progresivitas departemen teknologi dalam hal pembaharuan alat atau perangkat lunak.

Dengan mengikuti perkembangan teknologi terbaru, seorang CTO dapat memperkirakan dimana bisnis dapat berada dalam beberapa tahun ke depan dan teknologi apa yang akan membawa perusahaan menuju ke sana. Hal ini membuat perusahaan senantiasa kompetitif, efisien, dan terukur.

8. Mengetahui kandidat rekrutmen

Bagian terpenting dari seorang CTO adalah menemukan kandidat-kandidat yang tepat untuk departemen teknologi yang ia pimpin. Hal ini merupakan urgensi yang harus dipenuhi sebab tak mungkin seorang CTO terbaik dapat bekerja tanpa sebuah tim. Terlebih, umumnya lebih banyak perusahaan mencari bakat daripada memilih kandidat yang memenuhi syarat dalam mencari peluang kerja baru.

Oleh karena itu, seorang CTO harus mengetahui kandidat yang memenuhi syarat-syarat teknis yang dibutuhkannya dalam membangun suatu ekosistem teknologi bisnis mumpuni. Seorang CTO harus berpartisipasi dalam proses perekrutan untuk timnya.

Seorang CTO juga harus memiliki keterampilan untuk mengetahui siapa kandidat yang cocok dengan budaya perusahaan dan mana yang memiliki keterampilan selaras untuk perusahaan.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Berikut Perbedaan General Affair dan HRD!

GreatDay HR: Teknologi HRIS yang bantu meringankan beban pekerjaan HR perusahaan

CTO adalah gdhr

Seiring berkembangnya teknologi, segala hal hampir seluruhnya telah beralih ke digital. Sebab, nyatanya teknologi dapat membantu mempermudah banyak hal seperti transaksi jual-beli, pemasaran, hingga pengelolaan pekerjaan.

Salah satu pekerjaan yang menyita banyak waktu dan tenaga adalah yang berkaitan dengan pengelolaan SDM perusahaan. Contohnya pengelolaan absensi karyawan, penggajian, hingga proses rekrutmen. Tugas-tugas tersebut tentu akan memakan banyak waktu jika dikerjakan secara manual dengan HR yang terbatas.

Dalam upaya membantu meringankan beban kerja dan tanggung jawab departemen HR di perusahaan, aplikasi GreatDay HR menyediakan fitur-fitur canggih yang dapat mengelola pekerjaan HR secara otomatis. Selain itu, Anda juga dapat menghemat waktu dan biaya.

Pengelolaan data terkait data kehadiran karyawan, pengajuan cuti, rekam aktivitas, pelaporan sarana prasarana, rekrutmen, hingga penghitungan pajak dilakukan secara praktis melalui GreatDay HR.

Selain itu, seluruh data juga terintegrasi dengan payroll perusahaan. Mulailah beralih ke pengelolaan pekerjaan HR digital dengan GreatDay HR dan tinggalkan pengerjaan yang membuang tenaga serta tidak ramah lingkungan!

Segera unduh aplikasinya di Appstore dan Playstore, atau kunjungi lamannya dan jadwalkan demo gratisnya! Dapatkan kemudahan mengelola pekerjaan HR dengan GreatDay HR!

Baca juga: Informasi Lengkap Tentang Digital Marketing: Pengertian, Kelebihan, Jenis, dan Strategi

Tags :

Related Topics