Apa Perbedaan CV dan Portofolio? Berikut Penjelasannya!

By Rizka Maria Merdeka   |  

Selain surat lamaran kerja, dibutuhkan CV dan portofolio sebagai dokumen pendukung yang harus diserahkan kepada perekrut untuk bahan pertimbangan ketika melamar pekerjaan. Kedua dokumen tersebut menjadi penentu lolos atau tidaknya seorang pelamar ke tahap rekrutmen berikutnya.

Meskipun biasanya disertakan bersama saat melamar pekerjaan, CV dan portofolio memiliki beberapa perbedaan. Apa saja perbedaannya? Simak artikel berikut ini untuk ketahui perbedaan CV dan portofolio!

Baca juga: Ini Dia Tips dan Trik Sukses Melamar Kerja Bagi Para Jobseeker!

1. Informasi yang disajikan

Perbedaan yang pertama dari CV dan portofolio adalah tentang informasi yang disajikan di dalamnya. CV lebih menjelaskan terkait data pribadi yang mendasar, seperti tanggal lahir, latar belakang pendidikan, pengalaman bekerja, pengalaman organisasi, hingga kemampuan dasar yang dimiliki.

Secara umum, informasi dalam CV Anda mendeskripsikan pribadi Anda secara lengkap dan mendetail. Berbeda dengan informasi yang tertera di portofolio, yang lebih menunjukan kepada perekrut terkait hasil karya yang pernah Anda buat.

Portofolio tidak hanya menunjukkan hasil pekerjaan atau karya yang telah Anda buat, namun juga menunjukan potensi Anda untuk berkembang dalam bidang tertentu. Portofolio juga mencantumkan testimoni dari atasan atau klien Anda sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memperkuat nilai Anda sebagai calon pegawai yang potensial. Semakin kreatif portofolio, semakin tinggi peluang perekrut tertarik untuk merekrut Anda.

2. Fungsi 

Meskipun terlihat mirip, fungsi dari CV dan portofolio sebenarnya memiliki perbedaan. CV digunakan oleh kandidat untuk menarik minat para rekruter dengan pengalaman dan latar belakang studi mereka.

Sementara itu, portofolio berfungsi sebagai bukti dari ‘nilai’ Anda di mata para rekruter. Karya-karya yang sesuai dengan minat interviewer dapat meloloskan jobseeker ke tahap selanjutnya.

Walau terkesan mirip dan mungkin beberapa menganggap sama, CV dan portofolio merupakan dua hal yang sangat berbeda. Keduanya bersifat saling melengkapi, sehingga banyak perusahaan saat ini yang tidak hanya meminta CV Anda namun juga portofolio.

CV akan membuktikan terkait data pribadi dan data khusus Anda, seperti yang telah dijelaskan di poin pertama. Namun hal ini berbeda dengan portofolio. Calon klien atau tempat kerja yang Anda lamar akan melihat bukti kemampuan dan keterampilan Anda melalui lembar portofolio ini.

Dengan terlampirnya hasil karya Anda melalui portofolio, calon klien atau tempat kerja Anda melamar pekerjaan akan mengetahui kapasitas Anda terkait keterampilan dan dapat Anda buktikan dengan hasil karya yang telah Anda buat. Semakin relevan keterampilan dan hasil karya Anda terhadap posisi yang Anda lamar, akan semakin besar peluang Anda diterima.

3. Kelengkapan data

Perbedaan CV dan portofolio selanjutnya adalah kelengkapan data yang dimuat. Pada CV, informasi yang Anda berikan harus dirangkum secara lengkap, namun diatur seringkas mungkin. Dengan CV yang lengkap namun ringkas, perekrut tidak akan kebingungan mencari data yang ingin diketahui, sehingga peluang CV Anda dilirik akan lebih besar.

Sementara itu, semakin banyak isi portfolio, semakin baik peluang pencari kerja untuk mendapatkan posisi yang diinginkan. Maka dari itu, kandidat perlu memuat data karya/hasil kerja sebanyak-banyaknya. Sebaiknya buat portofolio secara kronologis atau tersusun rapi berdasarkan tanggal/tahun dibuatnya. Selain itu, Isi dari portofolio juga harus relevan dengan posisi yang Anda lamar.

Baca juga: Perlu Diperhatikan! Berikut 10 Kesalahan yang Menjadi Alasan CV Ditolak HRD

4. Tujuan dan sifat

Perbedaan selanjutnya antara CV dan portofolio adalah CV dapat digunakan untuk seluruh jenis pekerjaan sedangkan portofolio hanya bermanfaat untuk beberapa tipe pekerjaan tertentu. 

Umumnya, portofolio akan diminta oleh recruiter untuk pekerjaan yang melibatkan bukti fisik, seperti jurnalisme, desain, dan pekerjaan lainnya di industri kreatif. Maka dari itu, isi dari CV lebih umum ketimbang portofolio yang cenderung lebih spesifik.

Lampiran contoh pada CV biasanya hanya mencakup data yang umum. Hal ini berarti semua kegiatan dan pengalaman akademik maupun non-akademik dapat Anda lampirkan di dalam CV yang akan Anda buat.

CV dapat digunakan berkali-kali dan kebanyakan hanya dibuat satu kali selama melamar kerja, meskipun diperbarui secara berkala. Isi dari CV biasanya bersifat monoton dan umum karena mengandung informasi dasar. Sifat ini berbeda dengan portofolio yang lebih spesifik, tergantung posisi yang Anda lamar.

Hal tersebut yang membuat portofolio tidak bisa hanya dibuat satu kali saja, terutama jika Anda memiliki banyak keterampilan. Portofolio tidak seperti CV yang sudah terangkum padat dalam satu lembaran. Portofolio harus bersifat relevan terhadap posisi yang Anda lamar, tidak bisa mencampur seluruh keahlian Anda dalam satu portofolio.

5. Layout dan desain

Perbedaan CV dan portofolio selanjutnya terletak pada layout dan desainnya. CV berisi biodata diri seseorang, sehingga layout CV setiap orang tidak berbeda jauh, yaitu format kertas A4 dengan teks yang disusun rapi. Desain CV pun tidak dianjurkan terlalu berlebihan. Hal ini supaya recruiter bisa membaca CV Anda dengan nyaman.

Untuk keperluan tersebut, layout CV yang paling tepat adalah kertas A4 dengan teks yang disusun rapi dari atas ke bawah. Desain di dalamnya pun tidak boleh terlalu berlebihan. Pasalnya, hal tersebut hanya akan mengalihkan perhatian para rekruter.

Sementara itu, portofolio tidak memiliki standar layout yang wajib untuk diikuti. Para pelamar kerja berhak menunjukkan kreativitas masing-masing dalam portofolio. Desain dan tampilannya pun tidak hanya di kertas. Kandidat bisa membuat portofolio dalam bentuk blog hingga video jika dirasa lebih sesuai dengan karya Anda.

Baca juga: Jobseeker Wajib Tahu! Ini Cara Membuat CV ATS Friendly

Buat proses rekrutmen menjadi lebih efektif dan efisien dengan aplikasi GreatDay HR

cv dan portofolio gdhr

Salah satu tanggung jawab HR adalah mengatur dan memfasilitasi jalannya proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan. Memilih dan memilah jumlah lamaran juga CV yang terlampau banyak pasti akan membuat Anda kewalahan.

Selain itu prosesnya juga memakan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga menyebabkan pekerjaan lainnya terkadang terbengkalai. CV dan lamaran yang berupa dokumen cetak juga tidak ramah lingkungan dan tidak beraturan.

Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi GreatDay HR hadir guna mempermudah dan membuat pekerjaan HR termasuk rekrutmen menjadi lebih efektif. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital dan buat penyaringan kandidat yang lebih sesuai agar proses rekrutmen menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.

Terlebih lagi, GreatDay HR menyediakan fitur yang memungkinkan Anda untuk mengatur wawancara langsung di aplikasi mobile yang dapat diakses melalui ponsel pintar Anda. Segera unduh aplikasinya sekarang di AppStore dan PlayStore atau kunjungi lamannya dan jadwalkan demonya, gratis!

Baca juga: Pasti Dilirik HRD! 15 Contoh Surat Lamaran Kerja yang Menarik dan Efektif!

Tags :

Related Topics